Tampilkan postingan dengan label wisata murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata murah. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Sungai Raksasa dari Langit Papua


Sungai-sungai raksasa yang terlihat dari jendela pesawat (Foto: Arpan/Okezone)
Sungai-sungai raksasa yang terlihat dari jendela pesawat (Foto: Arpan/Okezone)












SUNGAI dan pegunungan raksasa di Papua terkenal indahnya. Seperti Sungai Membramo dan puncak Cartenz Troppen.

Sungai-sungainya itu terlihat dari jendela pesawat terbang yang sebentar lagi segera turun. Dari ketinggian lebih seribu meter di angkasa, aliran raksasa meliuk seperti ular air melata. Sungai berliku yang menjangkau sampai jauh ke pedalaman.

Bandara Mozes Kilangin disinari matahari. Di pagi yang sejuk, landas pacunya dilindas roda pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 737-400. Pesawat terbang besar itu bergetar saat mendarat, lalu terpacu cepat. Sebelum berbelok ke apron, berhenti di sana.

Inilah Papua, pulau bergunung-gunung dan bersungai-sungai raksasa yang terkenal di seantero dunia. Wilayah tertimur dari Nusantara tercinta.


Semua penumpang naik bus jemputan dari ujung apron. Bus berjalan, tak lama kemudian berhenti. Para penumpang masuk ke ruang kedatangan. Waktu telah menunjukkan pukul 06.45 WIT.

Sewaktu hendak berangkat, ada peringatan. “Nanti kalau terasa jetlag, istirahat saja di hotel dulu.” Peringatan seperti itu jangan diremehkan. Yang terasa bukan jetlag lagi, melainkan kantuk yang kadarnya agak berat.

Setelah dijemput dua orang teman di bandara, lebih baik keliling kota. Kami berkendara di lalu-lintas lengang. Menyaksikan orang-orang lalu-lalang, berjalan kaki dan memacu sepeda motor atau mobilnya. Mereka mau sekolah dan bekerja.

Mata yang semula mengantuk langsung berpendar-pendar dengan pandangan nyalang, beredar liar buat mencari-cari objek wisata yang menarik perhatian. Menikmati pagi di Timika. Merasakan segar benar udara yang berhembus dari pegunungan Jayawijaya. Rasa kantuk langsung terasa hilang. travel.okezone.com

Minggu, 24 Februari 2013

Wisata Unik dan Aneh : Batu Zuma Wisata Unik Nigeria


Jalan-jalan ke AFRICA, atau lebih tepatnya ke Nigeriadisini mungkin akan jadi tempat yang unik dan salah satu alternatif untuk liburan yang menarik, mungkin aja ada yang punya saudara di nigeria.

Batu Zuma bukan cuma ada di game PC aja. tapi memang ada di kota negara nigeria tepatnya, batu ini merupakan symbol Abuja, Ibukota Nigeria, Sebuah batu besar yang di gambarkan pada pecahan 100 Naira ( Mata uang Nigeria)

1360634075531552418 
Namun batu ini sebenarnya tidak terletak di Abuja,batu ini sebenarnya ditemukan di negara bagian nigeria sebelah utara dari abuja,di sepanjang jalan Abuja ke Kaduna,dengan tinggi sekitar 725 meter dan sekitar 3,1km keliling,batu ini tampak lebih seperti sebuah gunung kecil,  

1360634136167519532

Sekitar tahun 2008, gubernur negara bagian Niger naik ke puncak monolit dan menandatangani MOU dengan perusahaan pengembangan pariwisata Kanada. Kedua pihak sepakat untuk menginvestasikan $ 700 juta dalam pengembangan desa resor wisata di sekitar batu raksasa. Namun ketika saya kesana tidak tampak ada pembangunan kawasan wisata, yang ada saya waktu saya mengambil bbrp foto, ada seorang bapak2 tua berlari mendatangi saya dan berteriak2 dalam bahasa Nigeria. Lalu kolega saya seorang Nigeria segera mengajak saya masuk ke mobil dan kami pergi dari situ. Kolega saya mengatakan bahwa bapak2 tua tadi mengatakan kalau Zuma rock itu milik dia dan keluarganya, jadi kalo mau ambil foto harus bayar dan kalo mau berkunjung lebih lama ada baiknya anda persiapkan untuk penginapan anda.

Dikatakan bahwa beberapa tahun yang lalu, otoritas pariwisata di negara bagian Niger mengundang investor asing untuk mengembangkan daerah ini menjadi daya tarik wisata. Mereka membangun sebuah hotel yang baik dekat batu, tapi sayangnya bisnis tidak berjalan baik seperti yang mereka harapkan. Setelah rumor beredar bahwa ada pembunuhan terjadi di hotel, hotel akhirnya ditutup. Penduduk setempat mengatakan itu adalah pengaruh negatif dari batu itu.

136063419019729071

Pada dinding batu itu kita bisa melihat seperti wajah seseorang, dan penduduk setempat percaya bahwa karena wajah manusia itu, batu ini memiliki kekuatan misterius.

136063424349018977

1360634281688154625
wisata.kompasiana

Wisata Unik dan Aneh : Museum Sisa Hartaku "Yogyakarta"


13608963071918970070
menikmati keindahan merapi dan jejak-jejaknya (dok.pri)
Bertempat tinggal di lereng gunung yang masih aktif, seperti gunung Merapi yang terletak di Sleman, Yogyakarta, memang dilematis. Di satu sisi, lereng gunung Merapi adalah daerah subur yang mampu memberikan kehidupan bagi masyarakat. Di sisi lain, bahaya senantiasa mengancam. Gunung Merapi terkenal dengan pengulangan letusan setiap 4 tahun sekali.
Erupsi yang terjadi di gunung Merapi selalu menyisakan jejak-jejak peninggalan. Tak mengherankan, tidak lama setelah erupsi, banyak orang berdatangan untuk menyaksikan situasi dan kondisi pasca erupsi. Situasi seperti ini mendatangkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Kreatifitas masyarakat akan mendatangkan keuntungan. Ada yang tergerak untuk menyediakan sarana transportasi seperti jeep, motor trail, atau bahkan jasa ojek. Ada yang berjualan makanan dan minuman. Ada yang berjualan souvenir khas merapi.
1360896437320941027
sebuah rumah yang terkena keganasan lahar panas dan wedus gembel ini telah disulap menjadi sebuah museum. di sini aneka peninggalan sisa erupsi merapi dipajang dan dipamerkan kepada para pengunjung (dok.pri)
Dari sekian banyak kreatifitas itu, ada sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tempat itu bernama Museum Sisa Hartaku. Adalah mbah Wati, 65 tahun. Beliaulah yang memiliki areal rumah yang hancur diterjang ganasnya lahar panas dan wedus gembel pada erupsi 2010 lalu. Kedukaan kehilangan harta benda tak membuatnya larut dalam kedukaan. Hancurnya rumah tinggal justru memunculkan ide untuk menjadikan rumahnya sebagai sebuah harta berharga. Jadilah sebuah museum yang unik. Melalui kreatifitas mbah Wati, sisa-sisa erupsi disulap menjadi sebuah tempat yang menunjukkan kepada para pengunjung efek erupsi Merapi. Sisa-sisa keganasan erupsi ditata sedemikian rupa. Pengunjung dapat berkeliling dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri berbagai peninggalan yang masih berbentuk di rumah yang terletak di pinggir jalan itu.

Ketika berkeliling menggunakan jeep atau motor trail, kita akan bertemu dengan satu-satunya rumah yang sederhana. Di depan rumah terdapat tulisan penunjuk: Musium Sisa Hartaku. Inilah rumah satu-satunya di lokasi itu. Sementara penduduk yang lain sudah direlokasi, mbah Wati tetap setia bertempat tinggal di rumah itu sembari menjaga sisa-sisa hartanya.

Di depan rumah, terpasang kerangka sapi, baik yang masih utuh maupun sudah terpisah-pisah menjadi beberapa bagian. Ada 4 ekor sapi yang miliki mbah Wati. Semuanya mati dan tinggal tulang belulangnya. Kerangka sapi itu disusun dengan apik olehnya. Sedikit masuk, kita akan menjumpai kerangka motor. Kerangka motor ini ditempatkan sedikit agak lebih tinggi dibandingkan kerangka sapi yang masih utuh.
1360896637192648826
seorang pengunjung sedang berpose di samping rangka motor (dok.pri)
12.04.42 itulah kisaran angka yang terdapat pada sebuah jam dinding. Itulah saksi sejarah datangnya bencana di rumah mbah Wati. Jam dinding yang telah meleleh dan jarum-jarum penunjuknya menjadi satu itu menjadi penanda yang mahal harganya. Jam dinding itu telah menjadi pengingat dan penanda takterbantahkan.
13608967131736336026
peninggalan berharga berupa jam dinding yang menunjukkan kapan persisnya lahar panas menerjang rumah ini (dok.pri)
Selain itu, masih banyak peninggalan lain. Berbagai perabotan rumah tangga dipajang. Ada aneka botol yang ditata berjajar. Uniknya, botol-botol itu tidak pecah. Botol-botol itu hanya meliuk menjadi takberaturan. Ada juga peninggalan berupa gamelan yang telah rusak.
Kiranya, wisata unik ini tidak hanya untuk dinikmati. Wisata unik hasil kreatifitas keluarga mbah Wati ini dapat menjadi museum penelitian bagi anak-anak sekolah. Mereka bisa belajar banyak hal di tempat ini. Wisata bukan hanya untuk bersenang-senang menikmati pemandangan alam. Di tempat ini, anak-anak sekolah bisa juga belajar tetang Merapi, efek erupsi, dan masih banyak lagi.
1360896835479795841
yang masih tersisa (dok.pri)
Anda tertarik? Silahkan datang ke Museum Sisa Hartaku. Taklupa, setelah puas menikmati keajaiban alam peningggalan erupsi Merapi di tempat ini masukkan sumbangan Anda di kotak yang telah disediakan. Kotak itu terletak di dekat tiang di teras rumah.
13608969561119548193
yang masih tersisa (dok.pri)

Rabu, 20 Februari 2013

Wisata Unik dan Aneh : Danau Biru Waimangu di Rotorua, Selandia Baru


Boiling Lake Dominika terletak di Taman Nasional Morne Trois Pitons - situs Warisan Dunia Dominika. Danau ini dibanjiri fumarol 6,5 mil (10,5 km) timur Roseau, Dominika. Danau itu diisi dengan gelembung air biru keabu-abuan yang biasanya diselimuti awan uap. Danau ini berjarak sekitar 200 kaki (60 m).

Penampakan pertama yang tercatat dari danau itu pada tahun 1870 oleh Mr. Watt dan Dr. Nicholls, dua orang Inggris ysng bekerja di Dominika pada waktu itu. Pada tahun 1875, Bapak H. Prestoe, seorang ahli botani pemerintah, dan Dr. Nicholls ditugaskan untuk menyelidiki fenomena alam. Mereka mengukur suhu air dan menemukan berkisar 180-197 derajat Fahrenheit (82-91,5 derajat Celcius) di sepanjang tepi, tapi tidak bisa mengukur suhu di pusat di mana danau secara aktif mendidih. Mereka merekam kedalaman lebih besar dari 195 kaki (59 m).

Secara berkala, ada fluktuasi dalam tingkat dan aktivitas danau. Itu semua tapi kosong pada Juni 2006, namun pada Januari 2009 danau mendidih penuh semangat.


Tidak ada jalan langsung menuju ke danau. Danau ini berjarak sekitar 13 kilometer kenaikan ke danau dari jalan terdekat, melewati mata air belerang, di atas gunung dan melalui ngarai sepanjang jalan. Pada tanggal 6 Juli 2007,pembuat film petualangan George Kourounis menjadi orang pertama yang pernah menyeberangi danau mendidih dari atas, ditangguhkan oleh tali di bagian mendidih paling hebat. Acara ini difilmkan untuk serial TV Angry Planet.

Danau didih Dominika adalah mata air panas terbesar kedua di dunia. Yang terbesar adalah Danau Wajan, terletak di Lembah Waimangu dekat Rotorua, Selandia Baru.

 


backpackerakhirpekan

Wisata Unik dan Aneh : Kakadu, Sensasi Galeri Alam Terbesar Australia


Bagi peyuka wisata petualangan, Anda harus memanjakan mata dan rasa dengan pemandangan yang menakjubkan ini. Terbang ke Australia bagian Utara. Salah satu situs warisan dunia UNESCO, yang paling banyak mencuri perhatian adalah 'Kakadu National Park', sekitar 170 kilometer dari Darwin.
Saat mendaratkan kaki di area seluas 19.804 kilometer persegi ini Anda pasti langsung terhipnotis. Peninggalan sejarah, termasuk galeri seni kuno, hutan lebat, serta tebing-tebing curam disetiap sudut hutan menjelma sebagai pemandangan fantastis. 
Kakadu National Park
Taman nasional ini dikelola langsung oleh masyarakat Aborigin, yakni suku Bininj atau Mungguy. Alamnya terlihat seperti galeri tebing basar. Sebagian tebing disana juga dipahat oleh leluhur masyarakat Aborogin menjadi ornamen ukiran. Ada pula jejak tangan hewan, pemburu, rumah, dan perkakas batu yang digunakan suku asli Australian ini. Anda dapat mempelajari setiap jengkal kehidupan sosial dan kebudayaan mereka secara langsung.
Untuk mengelilingi taman nasional ini Anda dapat menggunakan jeep atau jasa helikopter yang disediakan. Sensasi dari udara tentunya lebih dasyat. Udara segar diatas, dan pepohonan hijau yang dilalui sungai-sungan kecil di bawahnya.  
Kakadu National Park
Lebih dari 280 spesies burung yang hidup berdampingan di taman nasional ini, seperti burung magpie gesse, brola, jabiru, dan burung jacana, serta elang laut berperut putih. Anda juga dapat melihat dan menyusuri  tebing-tebing tinggi dengan lubang besar di Taman Nasional Nitmuluk yang masih satu area dengan Kakadu.
Satu lagi aktivitas yang bisa menjadi pengalaman tak terlupakan. Menyusur sungai Katherine dengan kano. Atau berendam di kolam renang alami yang menjadi tujuan akhir para petualang. life.viva.co.id

Wisata Sumatera : Jelajah Pulau Mentawai Siberut