Tampilkan postingan dengan label Agen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agen. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Sungai Raksasa dari Langit Papua


Sungai-sungai raksasa yang terlihat dari jendela pesawat (Foto: Arpan/Okezone)
Sungai-sungai raksasa yang terlihat dari jendela pesawat (Foto: Arpan/Okezone)












SUNGAI dan pegunungan raksasa di Papua terkenal indahnya. Seperti Sungai Membramo dan puncak Cartenz Troppen.

Sungai-sungainya itu terlihat dari jendela pesawat terbang yang sebentar lagi segera turun. Dari ketinggian lebih seribu meter di angkasa, aliran raksasa meliuk seperti ular air melata. Sungai berliku yang menjangkau sampai jauh ke pedalaman.

Bandara Mozes Kilangin disinari matahari. Di pagi yang sejuk, landas pacunya dilindas roda pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 737-400. Pesawat terbang besar itu bergetar saat mendarat, lalu terpacu cepat. Sebelum berbelok ke apron, berhenti di sana.

Inilah Papua, pulau bergunung-gunung dan bersungai-sungai raksasa yang terkenal di seantero dunia. Wilayah tertimur dari Nusantara tercinta.


Semua penumpang naik bus jemputan dari ujung apron. Bus berjalan, tak lama kemudian berhenti. Para penumpang masuk ke ruang kedatangan. Waktu telah menunjukkan pukul 06.45 WIT.

Sewaktu hendak berangkat, ada peringatan. “Nanti kalau terasa jetlag, istirahat saja di hotel dulu.” Peringatan seperti itu jangan diremehkan. Yang terasa bukan jetlag lagi, melainkan kantuk yang kadarnya agak berat.

Setelah dijemput dua orang teman di bandara, lebih baik keliling kota. Kami berkendara di lalu-lintas lengang. Menyaksikan orang-orang lalu-lalang, berjalan kaki dan memacu sepeda motor atau mobilnya. Mereka mau sekolah dan bekerja.

Mata yang semula mengantuk langsung berpendar-pendar dengan pandangan nyalang, beredar liar buat mencari-cari objek wisata yang menarik perhatian. Menikmati pagi di Timika. Merasakan segar benar udara yang berhembus dari pegunungan Jayawijaya. Rasa kantuk langsung terasa hilang. travel.okezone.com

Minggu, 24 Februari 2013

Wisata Unik dan Aneh : Museum Sisa Hartaku "Yogyakarta"


13608963071918970070
menikmati keindahan merapi dan jejak-jejaknya (dok.pri)
Bertempat tinggal di lereng gunung yang masih aktif, seperti gunung Merapi yang terletak di Sleman, Yogyakarta, memang dilematis. Di satu sisi, lereng gunung Merapi adalah daerah subur yang mampu memberikan kehidupan bagi masyarakat. Di sisi lain, bahaya senantiasa mengancam. Gunung Merapi terkenal dengan pengulangan letusan setiap 4 tahun sekali.
Erupsi yang terjadi di gunung Merapi selalu menyisakan jejak-jejak peninggalan. Tak mengherankan, tidak lama setelah erupsi, banyak orang berdatangan untuk menyaksikan situasi dan kondisi pasca erupsi. Situasi seperti ini mendatangkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Kreatifitas masyarakat akan mendatangkan keuntungan. Ada yang tergerak untuk menyediakan sarana transportasi seperti jeep, motor trail, atau bahkan jasa ojek. Ada yang berjualan makanan dan minuman. Ada yang berjualan souvenir khas merapi.
1360896437320941027
sebuah rumah yang terkena keganasan lahar panas dan wedus gembel ini telah disulap menjadi sebuah museum. di sini aneka peninggalan sisa erupsi merapi dipajang dan dipamerkan kepada para pengunjung (dok.pri)
Dari sekian banyak kreatifitas itu, ada sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tempat itu bernama Museum Sisa Hartaku. Adalah mbah Wati, 65 tahun. Beliaulah yang memiliki areal rumah yang hancur diterjang ganasnya lahar panas dan wedus gembel pada erupsi 2010 lalu. Kedukaan kehilangan harta benda tak membuatnya larut dalam kedukaan. Hancurnya rumah tinggal justru memunculkan ide untuk menjadikan rumahnya sebagai sebuah harta berharga. Jadilah sebuah museum yang unik. Melalui kreatifitas mbah Wati, sisa-sisa erupsi disulap menjadi sebuah tempat yang menunjukkan kepada para pengunjung efek erupsi Merapi. Sisa-sisa keganasan erupsi ditata sedemikian rupa. Pengunjung dapat berkeliling dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri berbagai peninggalan yang masih berbentuk di rumah yang terletak di pinggir jalan itu.

Ketika berkeliling menggunakan jeep atau motor trail, kita akan bertemu dengan satu-satunya rumah yang sederhana. Di depan rumah terdapat tulisan penunjuk: Musium Sisa Hartaku. Inilah rumah satu-satunya di lokasi itu. Sementara penduduk yang lain sudah direlokasi, mbah Wati tetap setia bertempat tinggal di rumah itu sembari menjaga sisa-sisa hartanya.

Di depan rumah, terpasang kerangka sapi, baik yang masih utuh maupun sudah terpisah-pisah menjadi beberapa bagian. Ada 4 ekor sapi yang miliki mbah Wati. Semuanya mati dan tinggal tulang belulangnya. Kerangka sapi itu disusun dengan apik olehnya. Sedikit masuk, kita akan menjumpai kerangka motor. Kerangka motor ini ditempatkan sedikit agak lebih tinggi dibandingkan kerangka sapi yang masih utuh.
1360896637192648826
seorang pengunjung sedang berpose di samping rangka motor (dok.pri)
12.04.42 itulah kisaran angka yang terdapat pada sebuah jam dinding. Itulah saksi sejarah datangnya bencana di rumah mbah Wati. Jam dinding yang telah meleleh dan jarum-jarum penunjuknya menjadi satu itu menjadi penanda yang mahal harganya. Jam dinding itu telah menjadi pengingat dan penanda takterbantahkan.
13608967131736336026
peninggalan berharga berupa jam dinding yang menunjukkan kapan persisnya lahar panas menerjang rumah ini (dok.pri)
Selain itu, masih banyak peninggalan lain. Berbagai perabotan rumah tangga dipajang. Ada aneka botol yang ditata berjajar. Uniknya, botol-botol itu tidak pecah. Botol-botol itu hanya meliuk menjadi takberaturan. Ada juga peninggalan berupa gamelan yang telah rusak.
Kiranya, wisata unik ini tidak hanya untuk dinikmati. Wisata unik hasil kreatifitas keluarga mbah Wati ini dapat menjadi museum penelitian bagi anak-anak sekolah. Mereka bisa belajar banyak hal di tempat ini. Wisata bukan hanya untuk bersenang-senang menikmati pemandangan alam. Di tempat ini, anak-anak sekolah bisa juga belajar tetang Merapi, efek erupsi, dan masih banyak lagi.
1360896835479795841
yang masih tersisa (dok.pri)
Anda tertarik? Silahkan datang ke Museum Sisa Hartaku. Taklupa, setelah puas menikmati keajaiban alam peningggalan erupsi Merapi di tempat ini masukkan sumbangan Anda di kotak yang telah disediakan. Kotak itu terletak di dekat tiang di teras rumah.
13608969561119548193
yang masih tersisa (dok.pri)

Rabu, 20 Februari 2013

Wisata Unik dan Aneh : Danau Biru Waimangu di Rotorua, Selandia Baru


Boiling Lake Dominika terletak di Taman Nasional Morne Trois Pitons - situs Warisan Dunia Dominika. Danau ini dibanjiri fumarol 6,5 mil (10,5 km) timur Roseau, Dominika. Danau itu diisi dengan gelembung air biru keabu-abuan yang biasanya diselimuti awan uap. Danau ini berjarak sekitar 200 kaki (60 m).

Penampakan pertama yang tercatat dari danau itu pada tahun 1870 oleh Mr. Watt dan Dr. Nicholls, dua orang Inggris ysng bekerja di Dominika pada waktu itu. Pada tahun 1875, Bapak H. Prestoe, seorang ahli botani pemerintah, dan Dr. Nicholls ditugaskan untuk menyelidiki fenomena alam. Mereka mengukur suhu air dan menemukan berkisar 180-197 derajat Fahrenheit (82-91,5 derajat Celcius) di sepanjang tepi, tapi tidak bisa mengukur suhu di pusat di mana danau secara aktif mendidih. Mereka merekam kedalaman lebih besar dari 195 kaki (59 m).

Secara berkala, ada fluktuasi dalam tingkat dan aktivitas danau. Itu semua tapi kosong pada Juni 2006, namun pada Januari 2009 danau mendidih penuh semangat.


Tidak ada jalan langsung menuju ke danau. Danau ini berjarak sekitar 13 kilometer kenaikan ke danau dari jalan terdekat, melewati mata air belerang, di atas gunung dan melalui ngarai sepanjang jalan. Pada tanggal 6 Juli 2007,pembuat film petualangan George Kourounis menjadi orang pertama yang pernah menyeberangi danau mendidih dari atas, ditangguhkan oleh tali di bagian mendidih paling hebat. Acara ini difilmkan untuk serial TV Angry Planet.

Danau didih Dominika adalah mata air panas terbesar kedua di dunia. Yang terbesar adalah Danau Wajan, terletak di Lembah Waimangu dekat Rotorua, Selandia Baru.

 


backpackerakhirpekan

Wisata Sumatera : Jelajah Pulau Mentawai Siberut




Sabtu, 16 Februari 2013

Unik dan Aneh : Anak-anak Dilarang Duduk di Kursi Penerbangan Ini


Anak-anak di bawah umur 12 tahun dilarang untuk duduk di tujuh deret pertama kelas ekonomi pada penerbangan AirAsia X ke China, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Nepal. Fasilitas "Quiet Zone" atau zona sunyi mulai berlaku pada Februari 2013.


Kursi di area bebas anak-anak ini dimaksudkan untuk penumpang yang ingin kesunyian selama penerbangan. Penumpang yang terbang bersama AirAsia X, penerbangan jarak jauh milik AirAsia, bisa memilih kursi bebas anak-anak atau Quiet Zone dengan tambahan 35 sampai 110 ringgit Malaysia.

Besar biaya tambahan tersebut tergantung letak kursi. Kursi dengan ruang kaki yang lebih lebar akan lebih mahal. Area bebas anak-anak atau disebut "Quiet Zone" memiliki pencahayaan yang lebih redup dan berada di area terpisah dari area lainnya di pesawat.

Area ini akan terpisah oleh pembatas dan toilet. Teorinya, penumpang tidak akan mendengar suara penumpang termasuk anak-anak yang berada di kelas ekonomi pada zona belakang.

CEO  AirAsia X Azran Osman-Rani dalam siaran pers yang dikutip CNN.com menyebutkan bahwa anak-anak bukannya dilarang untuk ikut dalam penerbangan. Penawaran terbaru dari pihaknya, lanjut Osman-Rani, hanya untuk memfasilitasi keinginan penumpang.

Walaupun terdapat area bebas anak-anak, penerbangan tersebut juga berusaha berlaku adil dengan menempatkan tiga keranjang bayi di kabin kelas ekonomi lainnya.

Sebelumnya, Malaysia Airlines telah menerbangkan kabin kelas utama yang bebas anak-anak di tahun lalu. Selain itu, di pesawat A380 milik Malaysia Airlines juga terdapat area kelas ekonomi yang bebas anak-anak. travel.kompas.com

Wisata Unik dan Aneh : Surfing Bersama Bono di Teluk Meranti


Bermula dari mitos lalu berkembang menjadi rumor di kalangan peselancar kini legenda gelombang (sungai) Bono akan menjadi sorotan mata dunia seakan mengundang untuk hadir ke sana langsung. Padahal, ombak dahsyat di Teluk Meranti itu nyatanya memiliki nama lain yang cukup membuat bulu kuduk peselancar merinding, yaitu 'Tujuh Hantu(Seven Ghost).


Gulungan air sungai berlapis tersebut sebenarnya lebih dari tujuh, tingginya mencapai 6 meter, berkecepatan 40 km per jam, dan menghantarkan hempasan bertubi-tubi diiringi suara menderu keras bahkan mampu melumat pepohonan serta mengikis tanah terjal di sekitarnya.

Nama 'bono' dalam bahasa masyarakat setempat berarti 'benar'. Kata ini memiliki kisahnya sendiri ketika Raja Pelalawan meminta utusan masyarakat setempat menghadap ke Istana Sayap tetapi sang utusan terhalang oleh gelombang untuk menyeberang sungai. Karena ketidakhadiran utusan tersebut, kemudian sang raja memerintahkan pengecekan langsung apakah betul ada gelombang dahsyat di sungai. Akhirnya diperoleh informasi bahwa hal tersebut benar adanya. Kata 'benar' ini dalam bahasa setempat disebut 'bono' dan sejak saat itu kata 'bono' melekat pada gelombang sungai di Teluk Meranti.


Steve King (46), seorang peselancar sungai (tidal bore surfer) dari Inggris telah menjajal selancar di sungai sejak usia 7 tahun. Tahun 2006 dia berhasil memecahkan Guinness World of Records berselancar di atas gelombang sungai dengan waktu terlama dan jarak terpanjang di atas gelombang Sungai Severn Bore, Inggris. Saat itu Steve menorehkan catatan berjarak 12,23 km (7,6 mil) ditambah 2,66 km (1,65 mil) dengan waktu tempuh 1 jam 6 menit.
Sejak 10-13 Februari 2013, Steve King sudah ada di Teluk Meranti mencoba memecahkan rekor atas namanya sendiri enam tahun lalu di Inggris. Untuk memecahkan rekor berselancar tersebut Steve King memilih Bono.

Ia ditemani rekannya Steve Holmes, Nathan Maurice (Inggris), Fabrice Colas dan Dominique Avrilleau (Perancis), juga Christopher Caravino (Hawaii). Rekan-rekannya selain menemani berselancar juga mempersiapkan peralatan, pemandu lokal, akomodasi, dan transportasi di Teluk Meranti.
Selama satu hari sebelum berselancar mereka melakukan koordinasi dan strategi termasuk pengenalan alam serta menjabarkan berbagai kemungkinan dan tantangan. Steve sendiri tidak melakukan latihan khusus, ia hanya berupaya mengenal bagaimana rute gelombang dan kemungkinan arah angin.

Pria yang telah berselancar sejak usia 7 tahun itu mengutarakan bahwa hal terpenting hanya dua, yaitu menemukan dan mendekat pada gelombang lalu yang kedua adalah mencoba bertahan selama mungkin dengannya.

Steve King dan 5 kawannya memulai berselancar dari Pulau Muda sampai Teluk Binjai di Sungai Kampar dengan waktu tempuh berkisar antara 1,5 sampai 2 jam. Adapun jarak rute tersebut diperkirakan mencapai 40 kilometer.


Selama aktivitas berselancar terpasang kamera kedap air di ujung depan papan selancar dan lengan, serta pada di helm (untuk kayak) sebagai bukti laporkan ke Guinness World of Records. Demi memastikan waktu dan jarak tempuh akurat maka dikenakan jam khusus untuk merekam waktu, jarak, hingga lokasinya yang nanti datanya dapat dikonversikan ke komputer.

Pengalaman Steve King selama lebih dari 30 tahun berselancar di sungai bagitu terlihat saat menunggang Bono. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai teknisi mesin kereta api di Inggris itu tampak tenang dan kokoh menunggang papan selancar. Bahkan, dalam satu sesi gulungan ombak, Steve menunjukkan atraksi akrobatik dimana posisi kepala dan kedua tangan di bawah menopang tubuhnya di papan selancar.

"Gelombang Bono adalah keganjilan alam yang terjadi di Semenanjung Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau". Gelombang besar di sungai ini terjadi bersamaan dengan pasang naik dan pasang surut dengan ketinggian puncak gelombang sekitar 4-6 meter dan ukurannya hampir selebar Sungai Kampar.

Fenomena ini terjadi akibat benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Malaka, Laut China Selatan, dan juga dari aliran Sungai Kampar yang bertemu di muara Sungai Kampar. Gelombang ini dimungkinkan tercipta karena adanya penyempitan pertemuan arus oleh Pulau Muda yang membelah Sungai Kampar tepatnya di bagian muara sungai sehingga membentuk gelombang besar yang menggulung dan menghempas jauh ke dalam sungai, bahkan mampu menenggelamkan perahu serta kapal besar.

Meskipun terbilang berbahaya tetapi Gelombang Bono terkenal di kalangan peselancar internasional sebagai ombak di sungai terpanjang dan terbaik di dunia.
Selama dua tahun terakhir banyak peselancar dari berbagai negara menjajal Bono meskipun lokasi Teluk Meranti sendiri cukup terpencil sekitar 150 km dari Kota Pekanbaru. Peselancar ini ada yang datang dari Perancis, Brasil, Inggris, Jerman, Kanada, Belgia, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan negara lainnya.

Bahkan pada Maret 2011 perusahaan aparel surfing dunia, yaitu Rip Curl telah melakukan ekspedisi di Teluk Meranti dan membuat video khusus tentang Seven Ghost Bono.

Teluk Meranti dapat dicapai dari Pekanbaru dengan perjalanan darat sekitar 5 jam. Tersedia penerbangan ke Pekanbaru dari Jakarta atau Medan. Tujuan wisata ini terbilang baru karenanya fasilitas pendukung pariwisata masih terbatas. Akan tetapi, penduduk setempat bersedia menjadikan rumah mereka sebagai akomodasi. Ke depan Teluk Meranti diharapkan dapat menjadi tujuan wisata minat khusus yang mendunia. kompas.com

Wisata Sumatera : Jembatan Barelang


Jembatan Barelang (singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu : Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang", namun ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie", karena beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau.

Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru

Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru

Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru

Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru

Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru


backpackerakhirpekan

Selasa, 12 Februari 2013

Wisata Dunia : 8 Air Terjun Tercantik dan Indah di Dunia


Pemandangan Air Terjun memang sangat indah dan Enak untuk dilihat. Berikut ini adalah 8 Air Terjun Tercantik dan Indah di Dunia dari berbagai belahan Dunia yang pastinya sangat Indah untuk dilihat. Langsung aja Check it out : 

8. Air Terjun Ramona, Amerika Serikat



7. Air Terjun Iguazu, perbatasan Brasil, Paraguay, dan Argentina


6. Air Terjun Detian, Vietnam

5. Air Terjun Victoria, perbatasan Zambia dan Zimbabwe, Afrika Selatan

4. Air Terjun Havazu, Amerika Serikat

3. Air Terjun El Nicho, Kuba

2. Air Terjun Angel, Venezuela

1. Air Terjun Niagara, Amerika Serikat

backpackerakhirpekan

Wisata Indonesia : Tempat-Tempat Menyelam Paling Indah


Ngomongin keindahan bawah laut Indonesia emang gak ada habisnya. Seperempat kekayaan laut dunia dimiliki Indonesia, itu sebabnya laut kita kondang banget di antara penyelam dunia. Sering banget kita malahan terlambat tahu spot-spot penyelaman yang keren di negeri sendiri. Nah, berikut kami punya informasi penting banget buat kamu tentang 9 surga bagi penyelam di Indonesia.
Taman Laut Bunaken
Bunaken. Foto: Wego Photo Contest/James Mamoto (@jmamoto)

Bunaken

Keindahan terumbu karang Bunaken sudah tercium wisatawan sejak tahun 1970-an. Perairan sekitar pulau kecil di lepas pantai Manado, Sulawesi Utara, tersebut berlimpah ikan karang warna-warni, termasuk ikan duyung dan kima raksasa yang sangat langka. Setelah dipetakan, ditemukan ada sekitar 25 spot yang sangat ideal untuk penyelaman. Ini belum termasuk temuan kapal tahun 1983 yang karam di dekat Bunaken – tempat alternatif buat diver yang tertarik berpetualang dekat wreck. Setelah sebagian besar potensi bawah laut terpetakan, mulai 1991 Bunaken ditetapkan sebagai taman laut. Sekarang kawasannya mencakup area seluas 79.056 hektare.
Kuda laut kecil di Bunaken
Kuda laut kecil di Bunaken. Foto: Wego Photo Contest/James Mamoto (@jmamoto)
Tips: Perjalanan antara Manado dan Pulau Bunaken makan waktu sekitar 35 menit dengan kapal motor. Musim: Bulan-bulan basah berlangsung dari November sampai April, selama periode tersebut sering terjadi hujan lebat dan gelombang tinggi. Sementara itu, kemarau berlangsung dari Mei sampai Oktober. Ini waktu ideal berkunjung ke Bunaken, sebab perairan relatif tenang. Apa yang bisa dilihat? Ikan kupu-kupu (Chaetodontidae), ikan napoleon, angel fish, kakap, ikan jalu (surgeonfish), ikan dari golongan damselfish, ikan kakatua, barakuda, tuna, hiu, mackerel, kerapu, ikan anthias, pari, paus, lumba-lumba, dan ikan goby.

Bali

Bali terkenal dengan julukan Diving Disneyland of Indonesia. Kenapa? Sebab, perairan sekitar Bali lengkap banget. Kamu yang suka menyelam di tempat berarus bisa menjajal spot penyelaman sekitar Nusa Penida. Buat yang suka ngubek-ngubek kapal karam? Kamu bisa menyelam di spot terkenal yang namanya Liberty Wreck Tulamben. Nah, satu lagi nih, buat yang doyan melototin tebing karang a.k.a wall dive, tempat yang cocok namanya Pulau Menjangan. Seneng mengintip kehidupan hewan di dasar laut? Ada yang namanya Secret Bay, Puri Jati, dan Seraya.
Itu belum semua, Bali juga punya gua-gua bawah laut di Nusa Penida dan spot untuk shark dive di Gili Topekong dan Biaha. Wuihh, kebayang dong serunya nyelam di Bali.
Tips: Perjalanan darat dari Denpasar ke spot-spot penyelaman berkisar antara 30 menit dan 3 jam, tergantung lokasi. Untuk menjangkau beberapa situs, wisatawan juga perlu menempuh perjalanan laut. Musim: Bicara tentang bulan baik untuk menyelam, jawabannya dari Mei sampai November. Sedangkan bulan terjelek antara Desember dan Februari. Apa yang bisa dilihat? Satu dari sedikit tempat di dunia untuk melihat mola-mola (ocean sunfish) adalah Bali, yay! Untuk bertemu dengan ikan yang bobotnya mencapai 1.000 kg ini, kamu harus datang ke Bali antara Juli dan Oktober.

Sangihe Talaud

Pernah denger nama Sangihe Talaud? Nah, buat yang gak pernah denger dan buta banget sama letak geografis kepulauan ini, intinya Sangihe Talaud adalah pulau-pulau kecil yang mengambang di perairan antara Sulawesi Utara dan Filipina.
Spot paling beken di Sangihe Talaud adalah gunung api bawah laut yang masih aktif. Weits, keren kan! Pernah ngebayangin menyelam di antara gelembung-gelembung, kayak masuk dalam gelas berisi effervescent? Nah, kalau kamu menyelam di Sangihe Talaud kamu bisa merasakan sensasi ini!
Tips: Hati-hati, arus di tempat ini cukup kencang. Jangan sampai terseret arus ke Filipina, tiket pulang bisa tambah mahal. Soal transportasi, cara paling cepat adalah terbang ke Manado lalu berlayar 10 jam naik kapal cepat ke kepulauan Sangihe Talaud. Musim: April hingga November adalah bulan terbaik untuk menyelam. Hindari menyelam di musim angin barat, Desember-Maret. Apa yang bisa dilihat? Gunung bawah laut yang muncul dari kedalaman 500 meter di bawah laut.
Diving di Takabonerate Selayar
Atol Takabonerate di kepulauan Selayar. Foto: Wego Photo Contest/Asri To’ (@asri1782)

Selayar

Ingin menyelam di surga atol? Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, dong jawabnya. Di kawasan ini terdapat pulau karang terluas ketiga di dunia, setelah Kwajalein di kepulauan Marshall dan Suvadiva di kepulauan Maladewa. Kalau ditotal, luas kawasan pulau karang tersebut mencapai 220.000 hektare.
Tak cuma atol, kepulauan Selayar juga punya beberapa spot penyelaman lain yang tersebar di timur dan barat Pulau Selayar. Di sana kamu bisa menyaksikan banyak ikan besar. Singkat cerita, Selayar adalah tempat yang paling pas buat penyelam yang mencari sensasi berada di ‘laut sendiri’, terasing dari kerumunan turis. Sebab, daerah kepulauan Selayar yang indah masih terisolasi dan belum terjamah wisatawan.
Lokasi Kabupaten Selayar berdekatan dengan pusat pembuatan perahu pinisi di Kabupaten Bulukumba. Rute yang ditempuh untuk sampai ke Selayar yakni Makassar-Bulukumba (berjarak 240 kilometer atau lima jam perjalanan darat), Pelabuhan Bira Bulukumba – Pelabuhan Pamatata Selayar (berlayar dua jam dengan kapal cepat), Pelabuhan Pamatata-Benteng, ibu kota Kabupaten Selayar (berjarak 60 kilometer atau satu jam perjalanan darat). Nah, kamu yang ingin meneruskan perjalanan ke kawasan Taman Nasional Takabonerate bisa berlayar 8 jam lagi dengan kapal kayu ke dua pulau pilihan yaitu Jinato dan Tinabo Besar.
Ingin memangkas waktu perjalanan ke Selayar? Kamu bisa juga loh terbang menggunakan Sabang Merauke Air Charter rute Makassar-Selayar. Ini adalah penerbangan berkapasitas 22 penumpang yang akan mengantar kamu ke Bandara Aroepalla Selayar dalam tempo 40 menit.
Ikan badut di kepulauan Selayar
Ikan badut di kepulauan Selayar. Foto: Wego Photo Contest/Asri To’ (@asri1782)
Tips: Wisata ke Selayar, khususnya Taman Nasional Takabonerate, butuh perjuangan besar sebab sarana penunjangnya terbatas. Mulai dari air tawar, resor, dan sinyal telekomunikasi di pulau. Belum ada kapal yang berlayar reguler ke Takabonerate, itu sebabnya kamu wisatawan perlu menyewa kapal kayu untuk berkeliling kawasan tersebut. Musim: Antara November dan Desember adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Selayar. Mulai dari Maret sampai Mei, perairan sekitar Selayar juga baik untuk penyelaman. Selama periode tersebut, lautnya sejernih kristal. Apa yang bisa dilihat? Ekosistem terumbu karang yang sehat dengan ratusan jenis spesies ikan karang.

Ambon, Kepulauan Lease, Kepulauan Banda

Perairan jernih sekitar Pulau Ambon dipenuhi banyak atraksi bawah laut. Beberapa titik penyelaman wajib yaitu Pintu Kota, Tanjung Hukurila, Mahia, bangkai kapal era 1960-an yang karam di Waiame, dan Pulau Tiga.
Di perairan sekitar Pintu Kota, pemandangan bawah lautnya berupa gerbang bawah air di kedalaman 27 meter. Untuk menyelam di tempat ini, kamu disarankan berangkat sebelum pukul 8.00 saat arus laut masih lemah dan air lautnya jernih. Sedangkan, di Tanjung Hukurila kamu bisa melihat pemandangan dinding bawah laut dengan ekosistem terumbu karang yang masih sehat.
Dari Ambon, kamu bisa meneruskan petualangan bawah laut lebih ke timur. Yakni ke kepulauan Lease yang mencakup Pulau Saparua, Pulau Molana, Pulau Nusa Laut, dan Pulau Haruku. Perairan jernih di kawasan ini menawarkan lebih banyak variasi biota.
Sedangkan di tenggara Ambon, kamu akan bertemu surga bawah laut luar biasa yakni kepulauan Banda. Keindahan bawah laut Banda hanya bisa dibandingkan dengan Raja Ampat, Papua Barat. Kepulauan Banda menarik perhatian banyak penyelam, pelaut, dan kapal pesiar dari berbagai penjuru dunia. Beberapa spot penyelaman terkenalnya yaitu lautan dangkal antara Bandanaira dan Pulau Gunung Api, serta dinding laut di sekitar perairan Pulau Hatta. Apa yang bisa dilihat? Semuanya, mulai dari hiu, penyu dalam jumlah banyak, kawanan Napoleon Wrasse, kerapu raksasa, dogtooth tuna, ikan pari mobula, redtooth triggerfish, berbagai jenis ikan paus, spinner dolphins, lobster raksasa, ikan karang, dan spesies scorpionfish yang endemik di Ambon.
Bawah laut Wakatobi
Wakatobi. Foto: Achmad Alkatiri

Wakatobi

Surga bawah laut Wakatobi berlokasi di lepas pantai Sulawesi Tenggara. Wakatobi – yang juga dikenal sebagai kepulauan Tukang Besi – adalah singkatan dari nama empat pulau utama di kepulauan tersebut. Yakni Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Kekayaan spesies koral Wakatobi terkenal sejak ekspedisi Operation Wallacea dari Inggris berkunjung ke tempat ini pada 1995.
Menurut data mereka, 750 dari total 850 spesies koral dunia ditemukan di Wakatobi. Di perairan ini juga hidup 942 jenis ikan, antara lain ikan argus bintik, takhasang, pogo-pogo, ikan napoleon, ikan merah, baronang, sejenis ikan badut, dan ikan kepe bulan.
Kamu suka penyu? Wakatobi juga rumah bagi tiga jenis penyu loh. Antara lain penyu sisik, penyu tempayan, dan penyu lekang.
Tips: Sekitar bulan November, saat laut di belahan bumi lain membeku, kawanan paus sperma biasa berenang ke perairan Wakatobi. Sebab, di bulan tersebut perairan Wakatobi hangat dan berlimpah makanan. Musim: Waktu terbaik menyelam di Wakatobi yakni antara Maret dan Desember. Apa yang bisa dilihat? Ikan pari manta berukuran raksasa, lumba-lumba, penyu, juga paus.

Pulau Togean

Berlokasi di Teluk Tomini, salah satu teluk paling tenang di planet ini, Pulau Togean adalah spot penyelaman yang belum sepenuhnya tereksplorasi. Masih terbuka lebar kesempatan mengeksplorasi bawah lautnya, jadi ada peluang kamu menemukan spot penyelaman baru. Seruuu, kan!
Apa aja sih yang ditawarkan Pulau Togean? Sudah ada beberapa spot penyelaman yang membuat para penyelam menggila, diantaranya nursery rock, kota wall, gap, crack, shark rock, dominic rock, labyrinth, taipi, batu gila, dan lost reef. Tiga spot yakni crack, labyrinth, dan dominic rock cukup dalam, itu sebabnya lebih cocok untuk kamu yang sudah punya banyak pengalaman dan keahlian dalam menyelam. Oya, di perairan Togean kamu juga bisa menemukan bangkai pesawat pembon B 24 yang tenggelam pada era Perang Dunia II.
Tips: Arus di tempat ini cenderung lemah, dengan kejernihan laut antara 20-40 meter. Musim: Kemarau, yang berlangsung antara Maret dan Desember, merupakan waktu terbaik untuk penyelaman di sekitar Pulau Togean. Meski demikian, Togean dapat diselami sepanjang tahun. Apa yang bisa dilihat? Togean memiliki habitat karang yang indah, spesies laut endemik yang menarik, dan dihuni oleh banyak sekali ikan.

Perairan Antara Labuan Bajo & Pulau Komodo

Laut dengan pancaran biru cerah antara Labuan Bajo dan Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur memang gampang banget memikat banyak wisatawan. Pancaran tersebut bersumber dari panorama bawah laut yang sangat eksotis dan menantang untuk penyelaman.
Singkat cerita, perairan ini memang bisa sangat berbahaya sebab arusnya sangat kuat. Itu sebabnya penting banget memilih operator selam dengan reputasi baik, sehingga mereka bisa membantu kamu memilih spot yang sesuai dengan kemampuan kamu di bawah air.
Tips: Makin ke utara, perairannya lebih hangat dan lautnya lebih jernih. Kehidupan bawah lautnya mirip dengan kebanyakan perairan tropis lainnya. Musim: Perairan antara Labuan Bajo dan Komodo dapat dikunjungi sepanjang tahun. Tetapi, waktu terbaik untuk menyelam yakni Maret-awal Mei dan akhir September-awal November. Di waktu-waktu tertentu beberapa spot penyelaman tidak bisa diakses saat ombak tinggi. Apa yang bisa dilihat? Ikan pari manta, hiu, penyu, lumba-lumba, dugong, kuda laut kerdil, kelinci laut, dan frog fish.
Wayag Raja Ampat, Papua, Indonesia.
Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Wego Photo Contest/Cakra Jafa

RAJA AMPAT

Sensasi menyelam di Raja Ampat, Papua Barat, sama seperti berenang dalam sebuah akuarium tropis. Inilah perairan dengan koleksi biota bawah laut yang spektakuler, yang wajib banget dikunjungi.


Kawasan Raja Ampat adalah rumah bagi 75% spesies koral yang ada di planet ini. Jadi, kalau dibuat perbandingan, saat kamu menyelam di Raja Ampat maka kamu akan menjumpai spesies koral keras 10 kali lipat lebih banyak daripada Karibia. Keren banget kan!


Umumnya, penyelam memilih menyelam mengikuti arus (drift dive) sebab arusnya cukup kuat. Beberapa spot penyelaman menarik, diurutkan dari utara ke selatan adalah kepulauan Wayag, Teluk Kabui, The Passage, kepulauan Fam, Manta Point, Tanjung Kri, Sardine Reef, Pulau Wai, dan Pulau Misool.

 

Dermaga di Raja Ampat 















Tips: Kamu bisa menyelam sepanjang tahun di Raja Ampat. Yang perlu diingat, selama Juli, Agustus, dan September, gelombang laut cenderung tinggi. Apa yang bisa dilihat? Ikan pari manta, kima raksasa, kawanan ikan barakuda, ikan kakatua, kuda laut kerdil, dugong, penyu, kelinci laut yang berwarna-warni, hiu karpet khas Raja Ampat, dan spesies unik bernama hiu epaulette yang menggunakan siripnya untuk berjalan di lantai samudera. Source : wego.com.



Suka artikel ini? Yuk, share artikel ini ke teman-temanmu!

Wisata Unik dan Aneh : 7 Tempat Yang Belum Terjamah di Dunia


Meskipun perangkap peradaban mengelilingi kita, ternyata masih ada beberapa bagian di bumi ini yang masih murni, nyaris tak tersentuh. Mulai dari lapisan es Antartika hingga hutan-hutan di Papua New Guinea. Berikut 7 tempat terindah di planet ini yang jarang dikunjungi.


1. Namibia

wisata unik dan aneh

Namibia adalah  salah satu negara dengan jumlah penduduk paling jarang di dunia. Nama salah satu negara Afrika bagian selatan ini diambil dari Gurun Namib, rumah bagi 2.500 ekor cheetah. Dengan bukit pasir raksasa, petroglif kuno, kawah dan air terjunnya, Namibia menjadi salah satu lanskap paling tak tersentuh di Afrika. Namibia juga menjadi salah satu negara yang mencantumkan hal-hal mengenai penjagaan kesehatan ekosistem dalam konstitusinya.




wisata unik dan aneh
Meskipun perjalanan Darwin ke sejumlah pulau-pulau unik diikuti oleh wisatawan yang tak terhitung jumlahnya, Kepulauan Galapagos masih menjadi tempat yang murni. Kepulauan ini merupakan rumah bagi kura-kura raksasa, iguana, singa laut, pinguin, ikan paus dan ikan. Dihuni oleh 23.000 penduduk dan ratusan spesies endemis, kepulauan ini juga menjadi tempat pelestarian hayati laut selama lima puluh tahun.

wisata unik dan aneh

Para ilmuwan percaya jika banyak spesies tanaman dan hewan yang belum ditemukan berada di sini. Eksploitasi sumber daya alam terhambat oleh medan yang kasar, sistem hukum dan tingginya biaya pengembangan infrastruktur. Karena semua masalah manusia, sebagian besar lanskap masih sulit untuk disentuh.




wisata unik dan aneh

Seychelles memiliki persentase tanah konservasi terbesar dibandingkan negara-negara lain. Sekitar 50 persen dari keseluruhan wilayah negara kepulauan ini berada di bawah konservasi. Karena itu, Seychelles merupakan rumah bagi beberapa pantai yang luar biasa murni dan spesies seperti burung nasional, burung beo hitam Seychelles. Pengunjung yang sampai di sana relatif sedikit, terutama di sepanjang garis pantai “berbubuk” lembut yang membentang sejauh 305 mil (490 kilometer).

Spoiler for Penampakan:

5. Bhutan

wisata unik dan aneh

Sementara beberapa orang mungkin berpikir jika Tibet sebagai surga tercemar, sepupunya, Bhutan, justru jauh lebih bersih. Lebih dari 60 persen wilayah negara ditutupi hutan dan seperempat wilayah ditunjuk sebagai taman nasional atau kawasan lindung. Dikenal sebagai Tanah Naga Guntur, negara ini memiliki pegunungan terjal dan lembah-lembah sehingga tepat untuk dijadikan hotspot bagi keanekaragaman hayati.



6. Daintree National Park, Australia

wisata unik dan aneh

Kadang-kadang sesuatu yang lebih tua, menjadi semakin tak tersentuh. Seperti Daintree National Park di Far North Queensland, Australia, yang berisi hutan hujan berusia 110 juta tahun―salah satu ekosistem tertua di bumi. Taman ini adalah rumah bagi ribuan jenis tumbuhan dan pohon yang berusia lebih dari 2.500 tahun.


7. Fiordland, Selandia Baru
wisata unik dan aneh
Di ujung selatan pantai barat Selandia Baru, wilayah Fiordland masih liar, kasar dan nihil pembangunan. Dengan gunung tinggi yang jatuh ke dalam perairan berbatu gerigi, Fiordland belum pernah mempunyai penduduk permanen. Bahkan, orang-orang Maori hanya mengunjunginya hanya untuk sementara waktu guna berburu, memancing dan untuk mengumpulkan batu giok. Selain itu, arus udara bertiup lurus dari Antartika sehingga udara Fiordland merupakan salah satu yang terbersih di planet ini.



backpackerakhirpekan

Suka artikel ini? Yuk, share artikel ini ke teman-temanmu!