Kamis, 22 November 2012

Lawang Sewu Semarang, Tidak Horor Lagi



Gedung Lawang Sewu di Semarang mungkin dulu hanya dinikmati traveler pecinta horor. Tapi kini tidak, bangunan bersejarah itu telah bebenah diri dan menjelma jadi bangunan antik khas peninggalan kolonial Belanda. Jauh dari kesan horor!



Lawang Sewu memiliki arti seribu pintu. Julukan tersebut lahir dari masyarakat karena banyaknya pintu dan jendela yang berukuran besar. Keindahan pintu dan jendela tersebutlah yang membuat Lawang Sewu terlihat gagah.


"Dulunya Lawang Sewu itu untuk kantor kereta api Belanda NIS atau Nederlandsche Indische Spoorweg Maschaappij," kata salah satu tour guide Lawang Sewu.



Lawang Sewu, pertama kali dibangun pada 27 Februari 1904 dan selesai pada tahun 1907. Dulunya, gedung tua ini menjadi tempat favorit para pecinta wisata horor. Banyak pelancong dari berbagai daerah untuk menguji nyali di sini.


Malah, saking terkenal dengan keangkerannya, Lawang Sewu pernah dijadikan lokasi syuting acara televisi 'Dunia Lain' untuk 'uji nyali'. Saat itu, seseorang yang sedang uji nyali melihat sosok penampakan wanita berambut panjang! Rekaman penampakan tersebut sudah dapat diakses di Youtube dan Anda bisa langsung melihatnya.


Tapi sekarang tidak, Lawang Sewu telah menjelma jadi gedung tua bersejarah yang elegan. Bangunan megah ini telah direnovasi pada tahun 2009.


"Di bangunan utama, lebih menonjol arsitektur Eropa tapi ada juga Indonesianya," tambah Masella.


Lawang Sewu memiliki dua menara. Menara berfungsi sebagai tempat penampungan air. Satu menara bisa menampung hingga 5.000 liter air, yang berfungsi sebagai persedian air.


"Lawang Sewu dingin walau tidak ada AC karena ada ruang bawah tanah, fungsinya untuk pendingin. Ruang dialiri air yang fungsinya untuk melembabkan, nanti airnya masuk pori-pori dinding jadi ruangan atasnya dingin," jelas Masella.


Datanglah ke Lawang Sewu dan rasakan langsung pesona magisnya. Sebuah lokomotif tua bernomor C 23 01 buatan Chemnitz, Jerman, tahun 1908 akan menyambut kedatang Anda.


Berkeliling Lawang Sewu, turis bisa melihat banyak ukiran digunakan sebagai hiasan, seperti ukiran kayu swastika. Menengok ke atas, Anda akan melihat atap bangunan yang mirip rumah adat jawa.


Tidak hanya itu, pelancong yang datang juga bisa melihat kaca patri yang sangat besar bergambar kereta.


"Kaca patri mozaik yang paling bagus ada di bangunan pertama, tentang perkeretaapian."

 

Kaca patri ini diimpor langsung pada masa penjajahan Belanda. Bisa dibayangkan, bagaimana sulitnya kaca patri itu dibawa langsung dari Belanda sampai sekarang tinggal di dalam gedung Lawang Sewu.


"Turis yang datang macam-macam, kalau luar negeri biasanya wisata sejarah, tapi kalau Indonesia mau cari suasana seram. Tapi sekarang sudah tidak boleh melakukan hal mistis karena lebih ditonjolkan ke sejarah." 


Turis yang datang ternyata ada juga yang memanfaatkan gedung antik ini sebagai lokasi foto pre-wedding. "Banyak juga mbak yang datang untuk pre-wedding." 


Tertarik datang? Lawang Sewu buka setiiap hari mulai pukul 07.00-21.00 WIB. Harga tiket untuk dewasa Rp 10.000/orang dan Rp 5.000/orang untuk anak-anak. Jika ingin menggunakan tour guide, Anda bisa diharuskan memberikan biaya tambahan sebesar Rp 30.000.

0 komentar:

Poskan Komentar